Wednesday, December 28, 2011

AWAS PENJILAT !!


Persaingan di tempat kerja, suka atau tidak suka selalu saja ada.  
Walau harapan kita ingin masuk ke dalam sebuah Tim atau Komunitas yang toleran diantara sesama teman kerja,  tetapi duri tetap dan pasti ada. 

Diantara teman kerja pasti ada yang sebagai seorang penjilat, tukang cari muka,  suka menjatuhkan temannya sendiri  di depan atasan maupun di depan teman kerja yang lain. Jika perilaku penjilat dibiarkan terjadi, bukan tidak mungkin akan mengarah pada "pembunuhan karakter" terhadap sesama teman kerja. 
Padahal teman kerja yang selalu diremehkan, dipandang sebelah mata sama halnya dengan  dibunuh karakternya. 
Belum tentu  si penjilat mempunyai skil atau kemampuan yang bisa melebihi teman kerja yang dijatuhkan.

Dalam kenyataannya "apakah si penjilat tidak pernah membutuhkan teman kerja yang dijatuhkannya ?"  
Sangat-sangat ironis jika si penjilat membutuhkan teman kerja yang dijatuhkan atau bahkan minta pertolongannya dan teman kerja yang dijatuhkan itupun dengan ikhlas menolongnya.


Menghadapi "seorang penjilat" memang sangat  menguras emosi. 
Dalam  menghadapi karakter orang yang selalu “mencari muka” dan ingin menang sendiri, persaingan pun mulai menjadi tidak sehat ketika  mulai saling serang/saling menjatuhkan melakukan segala cara "menjilat pemimpin demi mendapat perhatian lebih" . Suasana kerja serasa neraka  kalau terjebak situasi seperti itu.

Si Penjilat selalu sibuk mencari kesalahan-kesalahan untuk menjatuhkan rekan kerjanya, ngoceh di depan atasan tentang kesalahan ataupun kekurangan teman kerja. Sifatnya selalu mencoba menonjolkan diri secara terang-terangan.Kebanyakan  semua yang dilakukannya karena merasa lemah dan tidak memiliki kemampuan lebih dibanding rekan kerjanya. Atau ada penjilat yang selalu merasa dirinya mempunyai kelebihan dibanding rekan kerjanya dan bersifat egois, mempunyai kecenderungan menilai buruk terhadap rekan kerjanya.  Kekhawatiran menjadikanya berbuat demikian untuk bisa bertahan di lingkungan kerja, sebuah kekhawatiran yang benar-benar keblinger dan menyesatkan.

Lalu bagaimana cara menghadapi situasi seperti ini??? 
''Jika ternyata ada ‘pesaing’ yang menghalalkan segala cara dan memiliki tujuan negatif, hal pertama yang harus kita pastikan adalah tetap memiliki sudut pandang dan sikap hati yang bersih, karena dari situlah kita bisa memastikan bahwa kita tetap memegang rule persaingan yang sehat. Mungkin pihak lainnya mulai keluar dari batasan-batasan etika dari kompetisi yang sehat, tetapi kita tidak boleh ikut-ikutan.

Kita harus bisa mengubah ‘rencana jahat’ dari pesaing-pesaing menjadi ‘energi penggerak' atau dengan kata lain, mencoba menyikapi niat jahat pesaing dengan respon positif. 
                                          
Dengan mengetahui bahwa ada orang yang ingin menjatuhkan kita, kita akan menjadi lebih waspada, sehingga kita pun terus terdorong untuk memaksimalkan potensi-potensi yang kita miliki. Dengan terus menjaga sikap hati dan sudut pandang agar tetap bersih, kita bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk mengembangkan kapasitas kita , semakin kapasitas kita berkembang, membuat kita ada di atas rata-rata. Jika kita ada di atas rata-rata, siapa yang akan bersaing dengan kita? Tetapi jika kita masih rata-rata, persaingan yang ada akan menjadi sangat ketat.

Tetap tunjukkan etika kerja dan etika bergaul dengan pemimpin dan rekan kerja secara positif. Di sisi lain, kembangkan terus kapasitas dan kemampuan kita dan tunjukkan progresifitas kerja kita. Pastikan kita terus belajar meningkatkan kualitas atau mutu kerja kita, sehingga dengan sendirinya, secara kasat mata kinerja kita tampak lebih bagus daripada para "penjilat".

Orang-orang "penjilat"  sebenarnya hanya memiliki kemampuan untuk melobi pemimpin – mencoba menyukakan pemimpin, dan selalu menonjolkan diri sendiri. Selalu melemahkan dan merendahkan teman kerjanya.

Ada orang yang ketika menghadapi situasi tertentu menjadi kecewa, marah, atau tersinggung, sementara orang lainnya lagi justru menganggap situasi tersebut sebagai sesuatu yang menantang. Kemampuan untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang positif akan memacu kita untuk menjadi lebih baik dan bukan terjebak dalam gejolak emosi negatif.

Jika dengan berbagai cara positif sudah kita lakukan untuk menghadapi si "penjilat" tetapi penjilat tetap melakukan aksinya maka jurus terakhir adalah berserah diri pada Yang Maha Kuasa. 

Dengan menyerahkan segalanya pada Yang Maha Kuasa hati kita menjadi tentram dan tenang menghadapi perilaku si "penjilat". Dan kita lihat saja jika sudah sampai pada waktunya, Yang Maha Kuasa pasti memberikan "Keputusan yang Adil dan Nyata". Si penjilat PASTI diberi keputusan oleh Yang Maha Kuasa atas semua perilakunya.
---------------------------------------------------------------------------------------------
SIAPAPUN  YANG  MEMBUAT KESULITAN PADA ORANG LAIN  DI LAIN WAKTU PASTI MENDAPAT KESULITAN YANG SEBANDING  BAHKAN LEBIH DARI YANG DILAKUKANNYA.

INGAT ! HUKUM KARMA ATAU HUKUM PEMBALASAN DARI YANG MAHA KUASA ITU ADA DAN PASTI DITERIMA.  SETIAP  MANUSIA TAK MAMPU MENGHINDARINYA. 

No comments:

Post a Comment